{"id":35996,"date":"2025-04-28T17:38:20","date_gmt":"2025-04-28T09:38:20","guid":{"rendered":"https:\/\/incit.org\/?p=35996"},"modified":"2025-04-28T17:38:20","modified_gmt":"2025-04-28T09:38:20","slug":"small-and-medium-enterprises-digital-transformation-lag-threatens-survival-amidst-new-tax-storm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/incit.org\/id\/thought-leadership\/small-and-medium-enterprises-digital-transformation-lag-threatens-survival-amidst-new-tax-storm\/","title":{"rendered":"Keterlambatan Transformasi Digital Usaha Kecil dan Menengah Mengancam Kelangsungan Hidup di Tengah Badai Pajak Baru"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-35997 size-full\" src=\"https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles.png\" alt=\"\" width=\"2176\" height=\"1224\" srcset=\"https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles.png 2176w, https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles-300x169.png 300w, https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles-1024x576.png 1024w, https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles-768x432.png 768w, https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles-1536x864.png 1536w, https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles-2048x1152.png 2048w, https:\/\/assets.incit.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/28173248\/Tarrifs-Articles-18x10.png 18w\" sizes=\"(max-width: 2176px) 100vw, 2176px\" \/><\/p>\n<p>Analisis data baru dari Pusat Transformasi Industri Internasional (INCIT) menyoroti tantangan mendesak yang dihadapi usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh dunia. Para kontributor utama ekonomi global ini tertinggal jauh dalam perjalanan transformasi digital mereka\u2014pada saat tarif pajak baru memperketat tekanan pada produktivitas dan daya saing.<\/p>\n<p><strong>Defisit Digital yang Memprihatinkan<\/strong><br \/>\nAnalisis INCIT mengungkap bahwa skor Indeks Kesiapan Industri Cerdas (SIRI) rata-rata global untuk UKM saat ini berkisar antara 0 dan 2 pada skala 0 hingga 5. Hal ini mencerminkan rendahnya tingkat kematangan digital di seluruh area penting seperti operasi, adopsi teknologi, dan struktur organisasi.<\/p>\n<p>Kesenjangan dalam kemampuan digital ini berdampak langsung pada produktivitas yang lebih rendah dan efisiensi yang berkurang\u2014dua kelemahan utama dalam lanskap industri yang berkembang pesat saat ini. Sementara perusahaan besar terus menuai manfaat dari otomatisasi, integrasi data, dan ketangkasan digital, banyak UKM tetap bergantung pada proses manual dan sistem yang ketinggalan zaman.<\/p>\n<p><strong>Tarif Pajak Baru Menambah Ketegangan<\/strong><br \/>\nWaktu terjadinya kelambatan digital ini sangat memprihatinkan. Reformasi pajak dan tarif baru-baru ini\u2014yang diperkenalkan di beberapa wilayah untuk mempromosikan lokalisasi dan mendorong produktivitas\u2014kemungkinan besar akan berdampak paling parah pada UKM. Tanpa peningkatan produktivitas yang dimungkinkan oleh perangkat digital, bisnis-bisnis ini mungkin akan menanggung beban biaya input yang meningkat, rantai pasokan yang terganggu, dan daya saing yang menurun.<\/p>\n<p><strong>Transformasi Digital: Sebuah Keharusan Bisnis<\/strong><br \/>\nBagi UKM, transformasi digital bukan lagi pilihan. Transformasi digital merupakan strategi penting untuk bertahan hidup dan tumbuh dalam lingkungan ekonomi yang semakin menuntut. Merangkul teknologi seperti komputasi awan, analisis data, dan sistem yang terhubung dapat meningkatkan hasil, efisiensi, dan ketahanan secara drastis.<\/p>\n<p><strong>Lima Langkah Menuju Masa Depan UKM yang Lebih Tangguh:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"margin-bottom: 1rem;\">\n<li><strong>Menilai dan Memahami<\/strong><br \/>\nLangkah pertama adalah memahami kematangan digital saat ini. Alat seperti penilaian Indeks Kesiapan Industri Cerdas (SIRI) INCIT memberikan tolok ukur yang komprehensif dan menyoroti area yang perlu ditingkatkan.<\/li>\n<li><strong>Berinvestasi secara strategis<\/strong><br \/>\nUKM harus melakukan investasi yang terarah pada teknologi digital yang selaras dengan kebutuhan bisnis\u2014dari alat alur kerja sederhana hingga platform otomatisasi tingkat lanjut.<\/li>\n<li><strong>Memberdayakan Tenaga Kerja<\/strong><br \/>\nTenaga kerja yang memiliki kemampuan digital sangatlah penting. Peningkatan keterampilan dan pelatihan berkelanjutan membantu karyawan beradaptasi dan berkembang dengan teknologi baru.<\/li>\n<li><strong>Berkolaborasi untuk Dampak<\/strong><br \/>\nKemitraan strategis\u2014dengan penyedia teknologi, asosiasi industri, atau perusahaan yang lebih besar\u2014dapat menawarkan akses ke sumber daya dan wawasan penting yang mempercepat transformasi.<\/li>\n<li><strong>Prioritaskan Kelincahan<\/strong><br \/>\nPeralatan digital memungkinkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi, yang memungkinkan UKM untuk merespons dengan cepat perubahan ekonomi dan tantangan terkait tarif.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pilihan yang Jelas dan Mendesak<\/strong><br \/>\nPesan dari data tersebut tidak dapat disangkal: UKM berada di persimpangan jalan. Melanjutkan usaha tanpa transformasi digital tidak hanya berisiko mengalami stagnasi, tetapi juga meningkatkan paparan terhadap tekanan eksternal seperti tarif baru. Dengan memprioritaskan digitalisasi sekarang, UKM dapat memperkuat fondasi mereka, meningkatkan daya saing mereka, dan membangun model bisnis yang lebih aman dan siap menghadapi masa depan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>New data analytics from the International Centre for Industrial Transformation (INCIT) highlights an urgent challenge facing small and medium enterprises (SMEs) worldwide. These key contributors to the global economy are falling dangerously behind in their digital transformation journeys\u2014at a time when new tax tariffs are tightening the pressure on productivity and competitiveness. A Concerning Digital [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":35997,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[47,257],"class_list":["post-35996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-thought-leadership","tag-incit","tag-tariffs"],"acf":{"topic":"trends"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35996"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35996\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36004,"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35996\/revisions\/36004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/incit.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}